SMP MSUS Targetkan Mulai Belajar Juli 2027, Usung Kurikulum Berstandar Global

SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) menargetkan kegiatan belajar mengajar dimulai pada Juli 2027. Sekolah yang dikembangkan Muhammadiyah bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini mengusung konsep pendidikan yang mengintegrasikan sains, nilai-nilai Islam, wawasan global, dan pembentukan karakter.

Kepala Sekolah MSUS, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA., menyampaikan rencana tersebut dalam acara Grand Launching Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) MSUS, Jumat (16/10/2026). Ia mengatakan, sejumlah persiapan tengah dilakukan untuk mendukung operasional sekolah, mulai dari penyusunan kurikulum, perekrutan guru, hingga pembangunan gedung.

“Kurikulum kami buat dengan konsep Muhammadiyah progresif, memadukan kurikulum nasional plus dan menuju kurikulum internasional yang memadukan sains, nilai Islam, standar global, dan penguatan soft skill serta karakter anak-anak,” ujar Bachtiar.

Menurutnya, pengembangan MSUS diarahkan untuk menghadirkan pendidikan menengah yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga penguatan nilai keislaman dan keterampilan peserta didik dalam menghadapi perkembangan zaman.

Pembangunan Gedung MSUS Dimulai Oktober 2026

Pembangunan gedung menjadi salah satu tahapan utama sebelum MSUS menerima peserta didik. Fasilitas sekolah tersebut direncanakan berlokasi di Jalan Titibumi, Banyuraden, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bachtiar menyampaikan, peletakan batu pertama pembangunan gedung dijadwalkan pada 21 Oktober 2026. Proses pembangunan diperkirakan berlangsung sekitar delapan bulan sehingga diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar-mengajar pada tahun ajaran 2027/2028.

“Kami undang secara lisan Bapak Ibu untuk benar-benar menyaksikan bahwa SMP MSUS ini benar-benar ada dan siap untuk memulai tahun ajaran baru tahun 2027,” katanya.

Selain menyiapkan bangunan sekolah, pihak pengelola juga menyusun perangkat pembelajaran dan standar operasional prosedur (SOP). Persiapan tersebut dilakukan agar pelaksanaan kegiatan akademik dapat berjalan ketika sekolah mulai beroperasi.

Kurikulum MSUS Padukan Sains, Pendidikan Islam, dan Keterampilan

MSUS mengembangkan kurikulum dengan pendekatan Muhammadiyah progresif yang memadukan pembelajaran akademik, pendidikan agama, dan pengembangan karakter. Sekolah juga menyiapkan pembelajaran yang memperhatikan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi, beradaptasi, serta mengembangkan keterampilan diri.

Bachtiar menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum dilakukan bersamaan dengan perekrutan tenaga pengajar. Sejumlah guru telah dipersiapkan untuk mengampu mata pelajaran, antara lain bahasa Inggris, bahasa Jawa, matematika, pendidikan jasmani, pendidikan agama, bahasa Arab, dan seni budaya.

“Kurikulum kami buat dengan konsep Muhammadiyah progresif, memadukan kurikulum nasional plus dan menuju kurikulum internasional yang memadukan sains, nilai Islam, standar global, dan penguatan soft skill serta karakter anak-anak,” ujarnya.

Kehadiran bahasa Jawa dalam daftar mata pelajaran juga menjadi bagian dari perhatian terhadap kebudayaan lokal. Pada saat yang sama, MSUS membuka kesempatan bagi peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia.

Bachtiar mengatakan, para guru yang telah direkrut turut mempersiapkan modul pembelajaran. Sekolah juga mengembangkan perangkat pendidikan untuk menunjang pelaksanaan kurikulum sejak awal operasional.

Sepuluh Pendaftar Pertama Ditawari Pembebasan Biaya

Dalam peluncuran SPMB, MSUS memperkenalkan program insentif bagi calon peserta didik yang mendaftar pada tahap awal. Sepuluh pendaftar pertama ditawari pembebasan biaya pendaftaran dan biaya SPP pada tahap awal. 

“Bagi nanti yang 10 pendaftar pertama, akan kami bebaskan biaya pendaftaran,” ujar Bachtiar.

Ia juga menyampaikan penawaran pembebasan biaya pendaftaran bagi peserta yang hadir dalam acara peluncuran dan mendaftarkan putra-putrinya pada tahap awal.

Program tersebut menjadi salah satu penawaran MSUS dalam menjaring calon peserta didik. Adapun durasi pembebasan SPP, persyaratan, serta mekanisme pendaftaran perlu dipastikan lebih lanjut kepada pihak sekolah agar informasi yang diterima masyarakat sesuai dengan ketentuan resmi.

MSUS Perluas Pilihan Pendidikan Muhammadiyah di Yogyakarta

Pengembangan MSUS menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah bersama UMY memperluas layanan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekolah ini diharapkan menjadi alternatif bagi keluarga yang menginginkan pendidikan menengah dengan perpaduan kompetensi akademik, nilai keislaman, dan pembentukan karakter. 

Bachtiar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Muhammadiyah dan UMY dalam mempersiapkan sekolah tersebut.

“Terima kasih kepada Muhammadiyah dan UMY yang mempercayakan kepada kami untuk menyiapkan sekolah menengah yang berkualitas, Islami, dan bereputasi internasional di Yogyakarta,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran MSUS dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang unggul sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Scroll to Top